Transkrip Dhammadesana “Asalha Mahapuja 2560 TB/2016”

Web Post

Transkrip Dhammadesana B. Sri Pannyavaro Mahathera
di Asalha Mahapuja 2560 TB/2016, Candi Borobudur-17 Juli 2016

Natthi ragasamo aggi
Natthi dosasamo gaho
Natthi mohasamam jalam
Natthi tanhasama nadi

Tiada api menyamai nafsu ragawi
Tiada penerkam menyamai kebencian
Tiada jala menyamai kebodohan
Tiada sungai menyamai tanha

~ Dhammapada:251

Sangha yg saya hormati, para pandita, segenap Ibu/ Bapak sekalian dan saudara2 yg berbahagia. Peringatan Asalha tahun ini sungguh mengharukan kita.

Untuk tahun kedua Sutta-sutta Tipitaka dibacakan 2 hari berturut-turut,
Hari ini Asalha Agung untuk pertama kali di dahului dengan prosesi dari Candi Mendut menuju ke Candi Borobudur.

Halaman Candi Borobudur ini penuh dengan umat Buddha, tetapi Ibu Bapak dan Saudara, Asalha Puja tidak hanya memperingati berputarnya roda Dhamma, pada saat Guru Agung kita membabarkan Dhamma pertama. Tetapi Asalha juga hari lahirnya Sangha, untuk pertama kali peringatan Asalha Agung dihadiri oleh para Bhikkhu dan Samanera dalam jumlah yang sangat banyak, sungguh mengharukan kita.

Pada tahun ini, Sutta yg berhasil diulang juga hanya 3 sutta yaitu Sonadanda Sutta, Kutadanta dan Mahali Sutta,
Seperti tahun lalu sulit bagi saya membayangkan kapan kira-kira Tipitaka ini selesai diulang di candi Borobudur,
Karena di dalam Tipitaka ada ratusan ribu Sutta.
Kitab suci Tipitaka ini bukan hanya berisi ajaran agama saja, tetapi Tipitaka ini berisi ilmu pengetahuan spiritual,
yang tdk pernah habis untuk kita simak dan kaji kembali.

Saya pikir, setiap tahun mungkin, Bhikkhu Dhammakaro Mahathera menjadi Ketua Panitia mengulang Tipitaka,
Kalau suatu saat beliau meninggalkan dunia ini, menutup mata, mungkin beliau akan bertekad terlahir kembali menjadi ketua Panitia Indonesia Tipitaka Chanting (ITC),
dan mungkin sampai berapa puluh kali kelahiran baru selesai.

Ibu bapak dan saudara, Asalha adalah lahirnya Tiratana. Lengkaplah permata Buddha, Dhamma dan Sangha,
apa yg diajarkan, apa yang diberikan, apa yang dijelaskan guru Agung kita saat pertama kali,
Guru Agung kita mengungkapkan apa yg beliau capai saat pencerahan sempurna.

Continue reading