Upacara Pelimpahan Jasa (Pattidana)

Sebagaimana air hujan yang turun di dataran tinggi mengalir ke tempat rendah; demikianlah persembahan yang disampaikan oleh sanak keluarga dari alam manusia akan menuju ke para mendiang.
Sebagaimana sungai yang meluap airnya akan mengalir memenuhi lautan; demikianlah persembahan yang disampaikan oleh sanak keluarga dari alam manusia akan menuju ke para mendiang.
~ Tirokudda Sutta ~

Sotthi Hotu,

Mari ikuti Upacara Pelimpahan Jasa Kebajikan (Pattidana) kepada para leluhur, sanak saudara, dan keluarga yang telah terlebih dahulu meninggal dunia, yang akan diadakan pada:
Minggu, 21 Agustus 2016
Pukul 09.09 WIB
di Dhammasala Vihara Mahasampatti

Pembacaan paritta bersama dan Dhammadesana oleh Bhikkhu Sangha Theravada Indonesia.

*Form Pattidana telah tersedia di Vihara

Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta.
Sadhu…Sadhu…Sadhu…

Gelar Doktor Kehormatan dalam Ilmu Agama Buddha

1

Kami turut bermudita citta dan mengucapkan selamat kepada YM. Bhikkhu Sri Pannyavaro Mahathera atas penerimaan “Doctor in Honoris Causa Degree in Buddhist Studies”, gelar Doktor Kehormatan dalam Ilmu Agama Buddha, dari Mahachulalongkornrajavidyalaya University pada hari Minggu 15 Mei 2016 Pukul 13.00 di MCU Auditorium Ayutthaya Thailand. Sebuah penghargaan atas pengabdian YM. Bhante Sri Pannyavaro Mahathera dalam mewartakan Dhamma kepada umat Buddha di Indonesia. Semoga membawa kebahagiaan Dhamma bagi seluruh umat Buddha Indonesia.

Pesan Vesakha 2560 TB / 2016

SANGHA THERAVADA INDONESIA
Pusdiklat Buddhis Sikkhadama Santibhumi,
BSD City Sektor VII Blok C Nomor 6,
Tangerang Selatan 15321.
Telp (021) 53167061, Faks. (021) 53156737.
Vihara Mendut,
Kotakpos 111, Kota Mungkid 56501, Magelang
Telp / Faks (0293) 788564.

PESAN WAISAK 2560 TB / 2016

Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammàsambuddhassa

Sabbā disā anuparigamma cetasā, Nevajjhagā piyataramattanā kvaci
Evam piyo putthu attā paresam, Tasmā na himse param attakāmo’ti
(Samyutta Nikāya I : 75)

Bila kita mengarungi dunia dengan pikiran,
maka kita akan menemukan bahwa diri sendirilah yang paling dicintai.
Karena tidak ada siapapun yang dicintai oleh seseorang selain dirinya sendiri,
maka perhatikan dan hormatilah orang lain seperti kamu mencintai dirimu sendiri

Trisuci Waisak memperingati tiga peristiwa suci dalam kehidupan Guru Agung Buddha Gotama, yaitu: kelahiran Siddhartha calon Buddha, pencapaian Pencerahan Sempurna Buddha, serta kemangkatan Guru Agung Buddha. Tiga peristiwa suci itu terjadi pada hari yang sama, yaitu hari purnama raya, bulan Waisak, dengan tahun yang berbeda-beda: kelahiran calon Buddha tahun 623 SM di Kapilavasthu, Nepal; Pencerahan Sempurna tahun 588 SM di Bodhgaya, India; dan Buddha mangkat tahun 543 SM usia 80 tahun, di Kusinara, India. Hari Trisuci Waisak 2560 tahun ini jatuh pada tanggal 22 Mei 2016. Seluruh umat Buddha di dunia memperingati Trisuci Waisak dengan laku puja bakti, meditasi, pendalaman Dhamma ajaran Buddha, serta kegiatan-kegiatan sosial-budaya Buddhis lain.

Cinta Kasih Penjaga Dunia, demikian tema Peringatan Trisuci Waisak 2560/2016. Sangha Theravada Indonesia memandang tema itu sangat relevan untuk dihayati dalam rangka menghadapi berbagai persoalan dunia dewasa ini, seperti dunia berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dunia Dewasa Ini

Kekerasan masih menjadi bagian dari dunia kehidupan dewasa ini, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan dalam sosial masyarakat, bahkan kekerasan dalam kehidupan beragama pun membuat kita terhenyak, karena kekerasan itu dilakukan atas nama agama yang sebenarnya sama sekali bertentangan dengan ajaran agama tersebut. Mahatma Gandhi (1869-1948) menyatakan akar kekerasan adalah kekayaan tanpa bekerja, kesenangan tanpa hati nurani, pengetahuan tanpa karakter, perdagangan tanpa moral, ilmu tanpa kemanusiaan, ibadah tanpa pengorbanan, politik tanpa prinsip. Begitu banyak macam kekerasan dapat terjadi dalam berbagai bidang kehidupan, sebagai suatu ekspresi perilaku individu ataupun kelompok orang secara fisik, verbal, maupun mental yang mencerminkan tindakan agresi dan penyerangan terhadap kebebasan dan martabat orang lain.

Buddha Gotama menasihati seorang bhikkhu yang keras kepala dan suka bertengkar dengan sesama bhikkhu: siapapun yang memendam kebencian di dalam dirinya dengan berpikir bahwa ia telah menyiksa diriku, ia telah memukulku, ia telah mengalahkanku, bahkan ia telah merampas barang-barang milikku, maka kebencian tidak akan lenyap dalam benak hatinya. Lebih lanjut Buddha Gotama mengatakan: dalam dunia ini, kebencian tidak akan berakhir dengan kebencian, kebencian hanya dapat dilenyapkan dengan cinta kasih, ini adalah kebenaran abadi. Mengapa masih ada orang-orang yang menyukai pertikaian? Karena masih banyak orang tidak mengerti, bahwa kita dapat binasa di dunia ini akibat dari perselisihan, ia yang memahami kebenaran ini, akan berusaha melenyapkan perselisihan, demikian penjelasan Buddha Gotama. Pada saat terjadi pertempuran antara Raja Kosala dengan Raja Ajatasattu di India, terjadi kekalahan Raja Kosala dan kemenangan bagi Raja Ajatasattu, Buddha memberi nasihat demikian: kemenangan menimbulkan kebencian, orang yang kalah hidup dalam kesedihan, orang dapat tenang dan damai batinnya apabila ia telah mengatasi kemenangan dan kekalahan. (Dhammapada: 3, 5, 6, 201)

Cinta Kasih sebagai Pencegah Kekerasan

Cinta kasih merupakan bahasa hati, bahasa dari hati ke hati. Cinta kasih adalah suatu kekuatan yang mengaitkan hati dengan hati untuk menyembuhkan dan menyatukan kita dalam kebersamaan yang sesungguhnya. Pikiran-pikiran cinta kasih yang sangat berkembang memiliki kekuatan magnetis yang dapat mempengaruhi dan menarik hati orang lain. Dengan cinta kasih kebahagiaan manusia bertambah, dunia menjadi lebih cerah, lebih mulia dan lebih suci, serta menciptakan kehidupan yang lebih baik. Cinta kasih merupakan pengharapan kesejahteraan dan kebahagiaan terhadap semua makhluk hidup, tanpa dibatasi oleh sekat apapun. Ia adalah sifat persaudaraan seorang teman yang penuh kebaikan. Cinta kasih merupakan sebuah kekuatan mental yang aktif, setiap tindakan cinta kasih dilakukan dengan pikiran untuk membantu, menolong, menghibur, membuat orang lain lebih mudah hidupnya, dan lebih mampu untuk mengatasi kesedihan.

Cinta kasih dikembangkan dengan jalan mempertimbangkan buruknya kebencian, dan manfaatnya membuang kebencian. Kebencian membatasi, cinta kasih membebaskan. Kebencian mencekik, cinta kasih melepaskan. Kebencian menimbulkan penyesalan, cinta kasih menghasilkan kedamaian. Kebencian bersifat menghasut, cinta kasih bersifat menenteramkan. Kebencian memecah belah, cinta kasih menyatukan. Kebencian mengeraskan, cinta kasih melembutkan. Kebencian menghalangi, cinta kasih menolong. Demikianlah kita dapat memahami dengan benar dan menyadari akibat dari kebencian dan manfaat cinta kasih, sebagai dasar dari pengembangan cinta kasih.

Cinta kasih berpasangan dengan welas asih, yaitu sifat luhur yang membuat orang mulia tergetar hatinya merasakan penderitaan. Welas asih ibarat seorang ibu yang pikiran, ucapan, dan perbuatannya berkeinginan menyingkirkan kesulitan hidup anaknya. Welas asih memiliki sifat tidak mampu membiarkan penderitaan terjadi pada orang lain dan merupakan manifestasi dari tanpa kekerasan. Welas asih dan kekerasan tidak dapat berdampingan, karena welas asih bersifat membangun sedangkan kekerasan bersifat merusak. Hati yang keras diatasi dengan welas asih. Welas asih menjiwai seluruh ajaran Buddha. Karena semua kebenaran ajaran Buddha memiliki welas asih sebagai dasarnya, sebagai pijakannya.

Semua makhluk menderita (dalam satu atau lain hal). Penderitaan bisa saja dalam bentuk fisik atau mental ataupun keduanya. Semua orang mengetahui apa itu penderitaan karena lapar, membutuhkan pakaian, tempat tinggal, karena penyakit, dan lain-lain. Kematian dapat terjadi pada semua orang. Maka, janganlah kita membuat penderitaan orang lain bertambah, tapi buatlah mereka yang bertengkar menjadi bersahabat, persatukan mereka yang tercerai berai, hindarilah kekerasan berilah kedamaian dan harmoni bagi siapapun juga yang berkehendak baik dalam menjalani hidup ini. Memperlakukan orang lain sama halnya dengan memperlakukan diri sendiri.

Selamat Hari Trisuci Waisak 2560/2016, marilah umat Buddha sekalian mengembangkan cinta kasih dan welas asih dalam hati sanubari masing-masing. Karena penerapan cinta kasih dan welas asih itulah yang pasti dapat menjaga dunia ini dari kehancuran akibat kekerasan. Dunia yang terjaga baik menjadi kondisi yang sangat kondusif bagi tumbuh berkembangnya salah satu nilai dari Revolusi Mental yang digagas oleh Bapak Presiden Joko Widodo, yaitu gotong royong dengan turunannya seperti kerjasama, solidaritas, komunal, kerelawanan, dan berorientasi kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa, Tiratana, selalu melindungi.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia

Kota Mungkid, 22 Mei 2016

SANGHA THERAVADA INDONESIA

ttd.

Bhikkhu Jotidhammo, Mahathera
Ketua Umum / Sanghanayaka

SPD VI – 2016

Namo Buddhaya, Vihara Mahasampatti kembali mengadakan Sebulan Pendalaman Dhamma (SPD) VI. Kegiatan ini akan menghadirkan para pembicara dari Bhikkhusangha dan para Pandita dari berbagai kota. Para Pembicara akan menyampaikan topik-topik Dhamma selama satu bulan penuh di mulai dari :

Tanggal 19 April sd 19 Mei 2016
* Senin sd Sabtu, Pukul 19.00-21.00 WIB
** Minggu, Pukul 09.09-11.00 WIB
@Dhammasala Vihara Mahasampatti

Continue reading

Gelar Kehormatan dari Sangha Sri Lanka

“Kami sangat bahagia dan mengucapkan selamat atas Gelar Kehormatan yang diterima dari Sangha Sri Lanka pada tanggal 10 Februari 2016 kepada YM Sasana Sobhana Siri Pariyatti Visarada Maha Dhammadhiro Mahathera dan kepada YM Sasana Sobhana Siri Saddhamma Visarada Subhapannyo Mahathera. Semoga membawa kebahagiaan Dhamma bagi seluruh umat Buddha Indonesia.”

Supreme Sangha Council of The Siri Kalyani Samaggidhamma, Sri Lanka
menganugerahkan Gelar Penghargaan (Upadhi):

Sasana Sobhana Siri Pariyatti Visarada
kepada YM. Bhikkhu Dhammadhiro Mahathera.

Sasana Sobhana Siri Saddhamma Visarada
kepada YM.Bhikkhu Subhapannyo Mahathera.

Di Kotte Raja Mahavihara, Kotte, Sri Lanka
Rabu, 10 Februari 2016 pkl 15.00.

Upadhi diserahkan oleh: YM Mahanayaka Mahathero (Kepala Sangha) dan dihadiri oleh dua YM Wakil Mahanayaka dan 52 Anggota Dewan Pimpinan Sangha yg datang dari berbagai daerah di Sri Lanka, juga YM. Bhikkhu Sri Pannyavaro Mahathera (Sanghapamokkha / Kepala Sangha Theravada Indonesia) dan 8 umat Buddha dari Indonesia (Bp. Eddy Wagimin dan Bp. Eka Prasetya dari Medan, Ibu Linda dari Balikpapan, Bp. Lie Harja Sigit, Bp. Amiaw dan Ibu Selvy dari Jakarta).

Jadwal Pabbajja Samanera Tahun 2016

Berdasarkan Kutipan Keputusan Rapat Pimpinan III / 2015 Sangha Theravada Indonesia :

BAB II :
PABBAJJA SAMANERA DAN LATIHAN ATTHASILANI TAHUN 2016

Pasal 1 :
Pabbajja Samanera Umum LXVIII di Vihara Tanah Putih, Semarang, tanggal 9 Mei – 23 Mei 2016. Ketua Panitia: Bhikkhu Cattapiyo, Pengawas: Bhikkhu Dhammamitto

Pasal 2 :
Pabbajja Samanera Umum LXIX di Vihara Mahasampatti, Medan, tanggal 26 Juni – 10 Juli 2016. Ketua Panitia: Bhikkhu Ratanaviro, Pengawas: Bhikkhu Indaguno

Pasal 3 :
Pabbajja Samanera Remaja-Pelajar XXXIV dan Latihan Atthasilani di Vihara Ratanavana Arama, Lasem, Rembang, tanggal 23 Juni – 3 Juli 2016. Ketua Panitia: Bhikkhu Saccapiyo, Pengawas: Bhikkhu Piyadhiro

Pasal 4 :
Pabbajja Samanera Remaja-Pelajar XXXV dan Latihan Atthasilani di Mandala Wangi Arama, Serang, tanggal 23 Juni – 3 Juli 2016. Ketua Panitia: Bhikkhu Dhammaratano, Pengawas: Bhikkhu Dhammakaro, Mahathera

Pasal 5 :
Pabbajja Samanera Remaja-Pelajar XXXVI dan Latihan Atthasilani di Vihara Jaya Manggala, Jambi, tanggal 23 Juni – 3 Juli 2016. Ketua Panitia: Bhikkhu Indadharo, Pengawas: Bhikkhu Vipulasilo

Pasal 6 :
Pabbajja Samanera Mahasiswa dan Sarjana XXI dan Latihan Atthasilani Mahasiswa dan Sarjana, di Vihara Dharma Ratna, Jurumudi, Kota Tangerang dan Pusdiklat Buddhis Sikkhadama Santibhumi, Tangerang Selatan, tanggal 23 Juli-6 Agustus 2016. Ketua Panitia: Bhikkhu Virasilo, Pengawas: Bhikkhu Abhayanando, Thera

Pasal 7 :
Pabbajja Samanera Umum LXX dan Latihan Atthasilani di Vihara Mendut, Kota Mungkid, Magelang, tanggal 14 Juli -28 Juli 2016. Ketua Panitia: Bhikkhu Atthapiyo, Pengawas: Bhikkhu Jotidhammo, Mahathera

Pasal 8 :
Pabbajja Samanera Umum Tiga Bulan di Pusdiklat Buddhis Sikkhadama Santibhumi, BSD City, Tangerang Selatan, tanggal 18 September-18 Desember 2016. Ketua Panitia: Bhikkhu Atthadhiro, Pengawas: Bhikkhu Abhayanando, Thera

Pasal 9 :
Pabbajja Samanera Umum LXXI dan Latihan Atthasilani di Mahavihara Buddha Manggala, Balikpapan, tanggal 4 Desember – 18 Desember 2016. Ketua Panitia: Bhikkhu Nandaviro, Pengawas: Bhikkhu Subhapanno, Mahathera

Pasal 10:
Pabbajja Samanera Umum LXXII di Wisma Vipassana Kusalacitta, Bekasi, tanggal 25 Desember 2016 — 8 Januari 2017. Ketua Panitia: Bhikkhu Gunapiyo, Pengawas:Bhikkhu Dhammiko

PABBAJJA SAMANERA UMUM LXIX – 2016

Logo Pabbajja dan STI LS

PABBAJJA SAMANERA UMUM LXIX – 2016
SANGHA THERAVADA INDONESIA
Minggu 26 Juni s.d. Minggu 10 Juli 2016

Namo Buddhaya,

Sangha Theravada Indonesia dengan dukungan Keluarga Besar Vihara Mahasampatti, memberi kesempatan kepada Upasaka untuk mengikuti Latihan Pabbajja Samanera Umum, mempraktikkan Dhammavinaya, agar dapat menjalani hidup yang jauh dari serakah, benci, dan kegelapan batin, sehingga tertuntun tercapainya kebebasan dari derita.

Status Samanera Dua Minggu
Mata Pelajaran Pokok 1. Samanera Sikha
2. Riwayat Hidup Buddha Gotama
3. Pokok-Pokok Dasar Agama Buddha
4. Sejarah Sangha Theravada Indonesia
5. Samadhi
6. Upasaka-Upasika Sila
7. Dhammaduta
8. Latihan Meditasi
Usia 17 sd 50 Tahun
Peserta Datang Rabu, 22 Juni 2016
Penahbisan Minggu, 26 Juni 2016
Lepas Jubah Minggu, 10 Juli 2016
Kapasitas Penerimaan 20 peserta
Pengawas Bhikkhu Indaguno
Ketua Panitia Bhikkhu Ratanaviro
Upajjhaya
Bhikkhu Atimedho Mahathera
Achariya
Bhikkhu Cittagutto Thera
Bhikkhu Guttadhammo Thera
Bhikkhu Abhayanando Thera
Bhikkhu Indaguno
Guru Pengajar Bhikkhu Dhammakaro Mahathera
Bhikkhu Cittagutto Thera
Bhikkhu Guttadhammo Thera
Bhikkhu Dhammiko Thera
Bhikkhu Indaguno
Bhikkhu Santacitto
Bhikkhu Ratanaviro
Biaya Pendaftaran Rp. 50.000, – (Lima puluh ribu rupiah)
Pendaftaran ditutup Minggu, 5 Juni  2016

PENDAFTARAN PESERTA

Bagi para Upasaka yang berkeinginan mengikuti program Pabbajja Samanera dapat mengikuti prosedur pendaftaran dengan : Mengisi dan mengirimkan Formulir Permohonan & Pemberian Izin, beserta lampiran-lampirannya ke alamat panitia dalam amplop tertutup. Ataupun Formulir dan lampiran dapat di-scan dan dikirimkan via email.

Adapun kelengkapan lampirannya sebagai berikut :

  1. Fotokopi KTP pemohon sebanyak 1 lembar
  2. Fotokopi KTP pemberi izin : Orangtua / istri / wali, sebanyak 1 lembar
  3. Fotokopi Kartu Keluarga pemohon sebanyak 1 lembar
  4. Surat Keterangan Pengabdian / Jabatan dari Organisasi Buddhis yang pernah di jabat (jika ada)
  5. Surat Rekomendasi dari Padesanayaka (Ketua Bhikkhu Daerah Pembinaan Provinsi) atau Bhikkhu anggota Sangha Theravada Indonesia yang berada di daerah tempat tinggal pemohon (untuk pemohon yang berdomisili di Wilayah Sumatera Utara, pengurusannya dapat melalui Dāyaka Sabhā Vihāra Mahāsampatti )

Continue reading